PEMERINTAH memperkirakan penerapan pola bekerja dari rumah (work from home/WFH) mampu menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Rp6,2 triliun. Penghematan terutama dari berkurangnya kompensasi bahan bakar minyak (BBM). Namun, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman menilai klaim penghematan fiskal sebesar itu perlu disikapi hati-hati dan bukan angka pasti. Penghematan tersebut sangat bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi di lapangan, seperti kepatuhan WFH dan penurunan mobilitas yang signifikan. “Sehingga penghematan riil berpotensi jauh lebih kecil daripada yang ....
Source: Media Indonesia April 01, 2026 19:01 UTC