LAMONGAN, KOMPAS.com – Beberapa hari lalu, empat kepala daerah sudah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka pengelolaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, yang ada di Blok Tuban. “Ini sekarang tinggal dicari skema pembiayaannya, sehingga pengelolaan Blok Tuban tidak sampai harus diserahkan kepada pihak ketiga, apalagi investor asing. Yakni PT Sarana Pembangunan Riau, yang menjadi operator pengelolaan Blok Langgak yang sebelumnya dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia. “Bersama dengan Bupati Lamongan, Gresik, Tuban, dan Bojonegoro, saya akan coba melakukan pendekatan kepada Kementerian ESDM, supaya Blok Tuban dapat dikelola oleh BUMD di Jawa Timur sendiri,” pungkasnya. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya dapat mengelola Blok Tuban ini sebagai operator saat Kontrak Kerja Sama (KKS) Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB-PPEJ), berakhir pada 28 Februari 2018 mendatang.
Source: Kompas November 06, 2016 04:06 UTC