CHRISTCHURCH, Kompas.com - Petarung bebas UFC asal Selandia Baru, Mark Hunt mengaku ia kehilangan seorang pamannya yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan brutal di mesjid di Christchurch, pekan lalu. Hunt yang dilahirkan di Auckland, 44 tahun lalu, mengaku ia masih merasakan sedih dan sakit hati terhadap peristiwa pembantaian yang merenggut satu anggota keluarganya itu. Saya tinggal di Auckland dan segera pergi ke Christchurch setelah mendengar peristiwa penembakan itu. Mark Hunt terakhir kali naik ke ajang Octagon pada UFC Fight Night 142 di Adelaide, Australia pada Desember 2018. Sempat kecewa dengan manajemen UFC di bawah Dana White, Hunt sempat meminta berpisah.
Source: Kompas March 26, 2019 01:02 UTC