JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya menyatakan belum bisa melakukan pengadaan vaksin Covid-19 meski pemerintah pusat sudah mendatangkan dari Tiongkok sejak Minggu (6/12). Meski ada larangan, Risma mengakui, pihaknya telah menganggarkan pengadaan vaksin Covid-19. ”Dananya diambil dari CSR YKP sisa Rp 2,5 M dan PDAM Rp 5 M. Total Rp 7,5 M. Jadi kami tidak ambil dari APBD,” papar Risma. Sambil menunggu keputusan pemerintah pusat untuk melakukan pengadaan vaksin, Risma fokus menyiapkan personel. Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menegaskan, hingga ini, dia belum mengetahui dengan pasti kapan vaksin akan dibagikan ke daerah.
Source: Jawa Pos December 14, 2020 13:14 UTC