Seketika, Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat di lokasi untuk menahan diri dan berhenti menembaki massa. "Akan tetapi, perintah keduanya tidak digubris oleh pasukan polisi," ungkap ustaz Bachtiar, masih mengutip pernyataan ustaz Arifin. Saat ustaz Arifin keluar Istana, pasukan bermotor tengah berputar-putar di kerumunan massa. Mereka yang tak bisa menghindar lantas tertabrak dan ada pula yang sampai tergilas. "Ratusan orang mengalami luka akibat tembakan peluru karet dan terkena dampak gas air mata," jelas ustaz Bachtiar.
Source: Republika November 05, 2016 11:42 UTC