REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG -- Dengan gaya lugas namun penuh empati, dai internasional asal Zimbabwe, Mufti Menk membahas realitas pahit kehidupan modern, seperti perceraian, kehilangan pasangan, hingga kegagalan. Mufti Menk tidak menutup mata terhadap luka emosional yang dialami banyak orang, khususnya dalam pernikahan. Itu tidak apa-apa," ujar Mufti Menk saat berceramah di hadapan ribuan jamaah yang menghadiri acara CONNECT-The Strong Minor Project yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (24/1/2026). Dalam ceramahnya, Mufti Menk juga mengajak jamaah merenungi tujuan akhir kehidupan. Hadiahku adalah surga," kata Mufti Menk.
Source: Republika January 25, 2026 01:20 UTC