Terdapat peningkatan diskriminasi Muslim setelah serangan Christchurch. REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Lebih dari 18 bulan berlalu sejak serangan ke masjid di Christchurch, partai-partai sayap kanan bermunculan di Selandia Baru. Seorang aktivis Muslim Selandia Baru, Anjum Rahman mengaku telah bertahun-tahun dirinya dan orang lain memohon dan menuntut pemerintah menangani peningkatan tingkat diskriminasi di negara itu. Sebuah studi baru-baru ini oleh University of Auckland menemukan kejahatan rasial terhadap Muslim di Selandia Baru meningkat setelah pembantaian tersebut. Semua hal kecil ini mereka lakukan karena mereka tidak pernah tahu, masih ada ketakutan itu," kata RahmanSosiolog Paul Spoonley, seorang ahli sayap kanan Selandia Baru, mengatakan partai-partai seperti itu mendapatkan dukungan yang sempit namun mengkhawatirkan.
Source: Republika October 17, 2020 21:33 UTC