Selasa, 31 Mei 2016 | 11:51 WIBTempo/Panca SyurkaniTEMPO.CO, Jakarta - Tarif listrik akan kembali naik pada Juni karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ada tiga faktor yang menentukan besaran tarif tenaga listrik, yaitu nilai tukar atau kurs, inflasi, dan harga minyak. Tarif yang naik meliputi golongan rumah tangga, bisnis, dan industri skala kecil, menengah, serta besar. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basir menegaskan, nilai tukar rupiah yang lemah meningkatkan komponen biaya bahan bakar pembangkit listrik. "Sebab, komponen milik kami, yaitu pembangkit listrik yang menggunakan BBM, kecil sekali,’’ ujarnya.
Source: Koran Tempo May 31, 2016 04:53 UTC