TEMPO.CO, Jakarta - Serikat Petani Indonesia atau SPI menanggapi soal impor 200 ribu ton beras yang siap didatangkan pemerintah bulan ini. Ketua Departemen Kajian Strategis Nasional Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI, Mujahid Widian menyayangkan kebijakan tersebut, terlebih nilai tukar petani (NTP) sedang menunjukan tren positif selama empat bulan terakhir. Selain itu, tren positif juga ditopang oleh membaiknya NTP perkebunan rakyat yang sempat anjlok beberapa bulan lalu. Terhitung sejak Agustus 2022, NTP nasional terus mengalami peningkatan dan sudah mencapai nilai yang ditarget pemerintah yakni rentang 105 sampai 107. Selanjutnya: Impor Beras Bukti Banyak Masalah Domestik karena ...
Source: Koran Tempo December 07, 2022 15:47 UTC