REPUBLIKA.CO.ID, TELUK PERSIA -- Negara-negara Teluk Persia kemungkinan mempertimbangkan jalur pasokan alternatif, termasuk pembangunan jalur pipa, akibat situasi di Selat Hormuz, seperti dilaporkan Financial Times, Jumat (27/3/2026) mengutip diplomat dari salah satu negara kawasan dan yang namanya dirahasiakan. "Negara-negara Teluk akan mencari alternatif, seperti membangun jalur pipa," kata diplomat tersebut menanggapi kemungkinan aturan ketat transit Selat Hormuz oleh Iran, seperti dikutip Financial Times. Membuat pernyataan terpisah, para menteri luar negeri negara kelompok G7, Jumat menyatakan bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang saat ini praktis diblokir oleh Iran harus dipulihkan secepat mungkin. "Tidak ada pembenaran untuk penargetan sengaja terhadap warga sipil dalam situasi konflik bersenjata serta serangan terhadap fasilitas diplomatik," katanya. Peningkatan ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Source: Republika March 29, 2026 00:50 UTC