REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Malaysia memerintahkan personel Batalyon Malaysia (Malbatt) 850-13 di Lebanon selatan, untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional. Langkah itu diambil sebagai antisipasi menyusul situasi keamanan yang memburuk di perbatasan Israel tersebut. Keputusan itu diambil mengikuti arahan United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil), terutama setelah gugurnya tiga personel TNI. Menurut Khaled, semua personel Malbatt saat ini, dalam kondisi aman. "Semua penugasan dan pergerakan dilakukan secara hati-hati, berdasarkan penilaian yang terus diperbarui dan arahan operasional Unifil," katanya.
Source: Republika April 02, 2026 10:13 UTC