’’Komik strip memiliki format yang sederhana, yakni hanya terdiri dari beberapa panil saja sehingga membuatnya mudah dibaca dan diingat. Memasuki era digital serta maraknya media sosial yang bisa diakses setiap orang, komik strip mampu beradaptasi dan tetap eksis hingga saat ini. Menurut Beng, komik strip berubah menjadi ekspresi personal yang mewakili pandangan pribadi. Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto menyebut program tersebut adalah forum diskusi sekaligus ruang berbagi pengalaman di sekitar seluk beluk komik strip. ’’Karena itulah komik strip tak hanya membutuhkan sisi artistik, namun juga kecerdasan berpikir,’’ pungkasnya.
Source: Jawa Pos June 03, 2020 17:09 UTC