Membaca Apa yang Terjadi di Iran dengan Akal Jernih, Bukan Nafsu dan Kebencian - News Summed Up

Membaca Apa yang Terjadi di Iran dengan Akal Jernih, Bukan Nafsu dan Kebencian


Oleh : Dr Otong Sulaeman, Rektor STAI Sadra JakartaREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Setiap kali Iran muncul di layar berita internasional, pola yang sama hampir selalu terulang. Ia justru berangkat dari kegelisahan intelektual yang lebih mendasar: ketika isu kemanusiaan dipenuhi muatan moral, sering kali nalar ditinggalkan di belakang. Padahal, justru dalam isu yang paling emosional sekalipun, disiplin berpikir menjadi paling penting dan harus dikedepankan. Dalam filsafat pengetahuan, pembedaan antara penilaian moral dan pernyataan faktual bukan sekadar formalitas konseptual, melainkan fondasi rasionalitas itu sendiri. Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram an Ein Beitrag geteilt von Republika Online (@republikaonline)Loading...


Source: Republika January 19, 2026 21:48 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */