Perusahaan startup ini tercatat sebagai perusahaan pertama yang melantai di bursa dengan kode PGJO. CEO PGJO Claudia Ingkiriwang mengatakan bahwa langkah ini diharapkan dapat memicu start up lain untuk melantai di bursa. Pada hari pertamanya, saham PGJO terkena auto reject (penolakan otomatis) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) atas Papan Akselerasi. Dengan begitu, nilai transaksi PGJO pada perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp 88 ribu. Rencananya, dana hasil IPO akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja, seperti biaya pemasaran dan promosi, biaya sewa serta biaya operasional.
Source: Jawa Pos January 08, 2020 03:33 UTC