Namun, di desa Trunyan, tradisi pemakamannya sedikit berbeda. Kumpulan tulang dan tengkorak yang dihasilkan dari tradisi pemakaman yang disebut Mepasah ini terletak di platform batu dan sekitarnya. Saat melakukan tradisi pemakaman Mepasah, jenazah disucikan dengan air hujan, kemudian dibaringkan di tanah dan dibungkus dengan kain putih kecuali wajah. Mayat di sana tidak mengeluarkan bau busuk karena aroma wangi dari pohon besar Taru Menyan yang tumbuh di dekatnya. Pohon Taru mengeluarkan getah yang disebut menyan atau dupa yang aromanya wangi atau harum.
Source: Koran Tempo July 27, 2023 07:52 UTC