Hingga 2015, menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) terdapat backlog atau kebutuhan rumah yang belum terpenuhi sebanyak 11,4 juta unit. Jangan mengharapkan tiba-tiba dapat rumah," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan perumahan Maurin Sitorus saat Diskusi Media Prospek SSB dan BUM dalam Mendukung Percepatan Program Sejuta Rumah, di Hotel Ambhara, Senin (29/8/2016). Dari seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan rumah, Maurin mengatakan, Kementerian PUPR hanya bisa membantu 40 persen, yakni untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Jangan sampai MBR atau di bawahnya lagi merasa semua kewajiban ada di pemerintah, tidak demikian," sebut Maurin. Pasalnya, jika masyarakat tidak mencicil ke bank, maka kinerja non-perfroming loan (NPL) bank bisa meningkat hingga masuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Source: Kompas August 29, 2016 09:00 UTC