Kesimpulan hasil analisa tersebut salah satunya adalah kurangnya sterilisasi pada tempat produksi tempe sehingga berbagai serangga dan kotoran dapat masuk kedalam area produksi sehingga tidak steril. Solusi yang ditawarkan oleh mahasiswa lalu dikembangkan dalam bentuk prototype asli yang akan dipresentasikan oleh para pemilik UMKM tempe di Desa Beji. Selain membuat prototype alat, mahasiswa juga membuat video profil sebagai sarana promosi bisnis untuk para pemilik usaha tempe di kampung. Selama rangkaian program, mahasiswa melaukan pengambilan gambar dan video untuk bahan pembuatan video profil UMKM. Sehingga harapanya dapat membantu menaikkan branding dan pemasaran digital dari UMKM tempe di Desa Beji.
Source: Koran Tempo October 27, 2023 14:26 UTC