Macron menegaskan, Prancis memerangi ekstremis, bukan agama Islam. REPUBLIKA.CO.ID, PARIS--Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan posisi Prancis yang tengah memerangi 'separatisme Islam, bukan Islam'. Pernyataan ini diungkapkan menyusul munculnya artikel dari sebuah surat kabar Inggris yang menyebut Macron menstigmatisasi Muslim Prancis untuk tujuan politik dan menumbuhkan islamophobia. "Saya tidak akan mengizinkan siapapun untuk mengklaim bahwa Prancis, atau pemerintahnya, mendorong rasisme terhadap Muslim," kata Macron yang dikutip di Economic Times, Kamis (5/11). Sebelumnya seorang koresponden Financial Times menulis pendapat atas kecaman separatisme Islam Macron yang beresiko mendorong ketidaknyamanan bagi Muslim Prancis.
Source: Republika November 05, 2020 07:18 UTC