Banyak perusahaan besar dan perbankan kelimpungan terinfeksi virus ransomware ini. "Sayangnya, pebisnis masih belum siap dan saat ini lebih dari 80 perusahaan terpengaruh," kata Wakil Presiden R&D di perusahaan keamanan data Acronis, Nikolay Grebennikov, dilansir dari Reuters, Rabu (27/6). Perusahaan keamanan siber Bitdefender asal Rumania mengatakan ransomware ini menggunakan dua lapisan enkripsi yang membuat frustrasi usaha para peneliti untuk memecahkan kode tersebut. Pesan yang sama muncul di komputer-komputer di kantor Maersk di Rotterdam dan bisnis lain yang terkena dampak di Norwegia. Sebelumnya, serangan ransomware WannaCry dengan cepat menyebar bulan Mei 2017 lalu.
Source: Republika June 27, 2017 22:41 UTC