Namun justru dari sanalah, panggilan itu mengetuk hati Maria Leoni, pelan, berulang, dan tak pernah benar-benar pergi. Maghrib di Pemalang, sekitar dua dekade silam, selalu terasa berbeda bagi Maria Leoni. Saat itu ia masih seorang siswi SMA berusia 17 tahun, lahir dari keluarga Tionghoa tulen dengan latar keyakinan Konghucu. Menjadi Muslim dalam DiamMaria Leoni lahir di Pemalang, namun darah Pekalongan mengalir dari ayahnya. Meski Maria belum mengenakan hijab dan wajah Tionghoanya sangat kentara, ia tetap dipersilakan sholat.
Source: Republika January 06, 2026 23:43 UTC