Kualitas buruk udara di New Delhi, India memicu keluhan kesehatan pendudukREPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Kualitas udara di ibu kota India, New Delhi, turun hingga level paling buruk sepanjang tahun ini pada Selasa (10/11), dan memicu keluhan penduduk di media sosial mengenai mata kering, tenggorokan nyeri, dan sulit bernapas di tengah situasi pandemi Covid-19. Secara keseluruhan di wilayah ibu kota Delhi, indeks kualitas udara yang mencakup hitungan kandungan partikel PM2,5 mencapai angka 488 dari skala 500, catatan tertinggi pada 2020, menurut data pemerintah. Saat Delhi tengah mengalami infeksi virus corona gelombang ketiga, wilayah itu juga menghadapi periode polusi terparah dalam beberapa tahun terakhir. Pembangkit listrik yang menggunakan batu bara harus dimatikan segera, begitu pula dengan kegiatan konstruksi," kata Vimlendu Jha, pendiri organisasi nonprofit Swechha. SAFAR, badan pengawas lingkungan utama di India, memperkirakan bahwa kondisi yang parah dapat terjadi dalam 24 jam karena angin yang stagnan dan meningkatnya level kelembapan, sehingga menjebak zat polutan lebih lama di udara.
Source: Republika November 10, 2020 11:48 UTC