REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga energi dunia. Ekspor ke wilayah tersebut hanya sekitar 4,2 persen dari total ekspor nasional, sedangkan impor sekitar 3,9 persen dan didominasi energi. Head of Indonesia Eximbank Institute Rini Satriani mengatakan, situasi di Timur Tengah terus dipantau, terutama terkait jalur distribusi energi global. - (Pertamina)Di sisi lain, negara mitra dagang utama Indonesia seperti China, Jepang, dan India juga dapat terdampak kenaikan harga energi. “Komoditas energi dan agro masih bisa menopang ekspor, tetapi risiko dari sektor industri tetap perlu diwaspadai,” kata Rini.
Source: Republika March 19, 2026 19:31 UTC