Pengidap kecemasan sosial juga kerap menghindari orang-orang yang mereka anggap punya kedudukan lebih tinggi, meskipun orang tersebut adalah anggota keluarga. Andri menjelaskan, kecemasan yang intens atau terus-menerus dari penderita kecemasan sosial dan dapat memengaruhi kesehatan fisik disebut dengan psikosomatik. Jadi, dari kecemasan yang biasa terjadi pada banyak orang jika berada dalam kondisi tertentu, bisa berpotensi menjadi psikosomatik apabila orang tersebut merasakan keluhan fisik. Sebelum kecemasan naik level menjadi psikosomatik, Andri bebagi kiat untuk mengelola kecemasan. Dia juga menyarankan orang yang rentan mengalami gangguan kecemasan menghindari minum minuman, mengkonsumsi makanan sehat, dan rajin berolahraga.
Source: Koran Tempo November 10, 2020 04:30 UTC