Pada 1928, Iran dan Mesir menandatangani perjanjian perdagangan dan Kamar Dagang Iran didirikan di Kairo. Pada masa inilah duta besar Iran di Kairo mengatur pertemuan antara saudara perempuan Raja Farouk, Putri Fawzia, dan Putra Mahkota Iran pada saat itu, Mohammad Reza Pahlavi. Kabarnya, hubungan antara Putri Fawzia dengan saudara perempuan Pahlavi adalah hubungan yang dingin. Meskipun Shah telah mencoba membujuknya untuk kembali ke Iran beberapa kali, sang putri tetap di Mesir dan bersikeras untuk bercerai. Tetapi pada 1948, perceraian resmi diperoleh di Iran dan Fawzia merebut kembali gelarnya sebagai Putri Mesir.
Source: Republika January 26, 2019 17:15 UTC