Ketua MPR Bambang Soesatyo, didampingi Wakil Ketua MPR Asrul Sani (kiri) dan Ahmad Basarah, menjawab pertanyaan awak media seusai melakukan melakukan pertemuan silaturahmi dengan pimpinan KPK, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/Imam SukamtoTEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo menyoroti dugaan diskriminasi hukum terhadap tujuh pemuda Papua yang dituntut 5-17 tahun di Pengadilan Tinggi Balikpapan, Kalimantan Timur. Bamsoet menyinggung terjadinya insiden rasisme di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada Agustus tahun lalu, yang bermula dari kesalahpahaman dugaan perusakan bendera merah putih. Karena tak dikelola dengan baik, kata dia, insiden itu memicu timbulnya konflik berujung pada tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua. Tujuh pemuda Papua didakwa makar di Pengadilan Negeri Balikpapan karena aksi demonstrasi di Jayapura pada tahun lalu memprotes insiden rasisme di Surabaya.
Source: Koran Tempo June 14, 2020 07:52 UTC