REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di bawah bayang-bayang beton Tol Buah Batu, ada kisah yang tak banyak orang tahu, kisah tentang tempat yang dulu ditakuti, namun kini menjadi ruang orang-orang menundukkan dahi. Bagaimana mungkin sebidang tanah yang lama dicap sarang preman dan transaksi ilegal berubah menjadi rumah ibadah yang terbuka 24 jam? Preman berkeliaran tanpa sungkan, geng motor menjadikannya tempat singgah, dan transaksi ilegal berlangsung nyaris tanpa sembunyi. Bersama sembilan rekannya, ia mendirikan Masjid Hijrah Bawah Jembatan Tol Buah Batu, dikenal sebagai Masjid Hijriah BJTB, tepat di bawah jembatan, dekat pintu keluar Tol Buah Batu. Bahkan pernah hampir seratus motor berkumpul, memicu ketegangan yang membuat mereka harus berjaga dua hari penuh demi mencegah perusakan.
Source: Republika March 05, 2026 13:49 UTC