REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penurunan permukaan air tanah di Jakarta menjadi salah satu kajian Badan Geologi Kementerian ESDM khususnya di wilayah Jakarta Utara. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk melakukan monitoring dan upaya-upaya pemantauan laju penurunan air tanah sehingga laju bisa diperlambat. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar mengatakan, faktor penurunan air tanah itu ada yang bersifat alami dan ada yang campur tangan manusia. Ini yang bisa kami monitor dan awasi untuk memperlambat laju penurunan," jelasnya. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan Badan Geologi, dilaporkan penurunan permukaan tanah di Jakarta mencapai 12 sentimeter per tahun.
Source: Republika November 03, 2019 14:48 UTC