Seorang pegawai berada di depan Kantor Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman di Jakarta, Senin, 3 Januari 2022. ANTARA/Wahyu Putro ATEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengungkapkan masalah krusial yang dialami Lembaga Biologi Molekuler Eijkman adalah statusnya. “Masalah Eijkman paling krusial yang selalu belum pernah diselesaikan sejak diaktifkan 1992, hampir 30 tahun yang lalu itu adalah masalah status,” ujar Laksana kepada Tempo, Selasa, 4 Januari 2022. Dalam kunjungannya itu, ia menyampaikan akan menjadikan status Eijkman sebagai lembaga. “Jadi bersamaan dengan formalitas integrasi eks Kemristek, BPPT, BATAN, LAPAN, LIPI tangga 1 September itu, Eijkman sekaligus saya lembagakan jadi Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman sampai sekarang,” kata dia.
Source: Koran Tempo January 05, 2022 04:12 UTC