Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Luar Negeri menyatakan dokter masih mengobservasi kondisi Veby Mega Indah, wartawan warga negara Indonesia (WNI) yang tertembak saat aksi protes di Hong Kong. Kemlu membantah mata kanannya mengalami buta permanen seperti disampaikan pengacaranya. Yudha mengatakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong juga sudah mengirimkan surat resmi kepada otoritas Hong Kong untuk meminta penjelasan dan penyelidikan atas kejadian yang menimpa Veby. Dia menambahkan KJRI Hong Kong juga secara rutin mengunjungi Veby di rumah sakit (RS). Sedangkan, KJRI Hong Kong hanya memberikan pendampingan kekonsuleran.
Source: Suara Pembaruan October 04, 2019 10:41 UTC