MONITOR, Jakarta – Peramalan OPT merupakan komponen penting dalam strategi pengelolaan OPT Tanaman Pangan karena peramalan dapat memberikan peringatan dini tentang populasi dan tingkat serangan. Biasanya pada musim pancaroba itu akan terjadi serangan hama dan penyakit, sebagai langkah awal antisipasi dini, dilakukan bimbingan teknis peramalan OPT pada 27/04/23. Mengawali kegiatan Bimtek, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan bahwa dalam kondisi iklim ekstrim ini diharapkan tim POPT melakukan peramalan di daerah-daerah yang menjadi ancaman, walaupun selama ini sudah kita mapingkan daerah-daerah langganan serangan OPT misal daerah wereng, daerah hama tikus dan kresek. Serta melakukan trobosan-trobosan baru, inovasi baru sehingga hari esok lebih baik” tambah Suwandi- Advertisement -Hadir sebagai narasumber, Dodo Gunawan, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, menjelaskan iklim di indonesia di pengaruhi oleh berbagai fenomena yang sangat familiar fenomena tersebut yaitu Enso (La Nina/El Nino) peristiwa interaksi darat dan laut yang bersumber di samudera fasifik melalui sirkulasi udara dan laut, itu yang mempengaruhi kondisi musim di indonesia. “Selain itu hasil peramalan OPT dapat bermanfaat memperkecil resiko berusaha tani karena populasi setangan hama dan penyakit dapat ditekan, tingkat produkuktivitas tanaman pada taraf tinggi (menguntungkan), dan aman terhadap lingkungan” ungkap Ali Nurmansyah“melakukan peramalan OPT dapat dengan metode Kualitatif dan Kuantitatif tetapi dengan metode kualitatif itu tidak bisa dilakukan semua orang karena perlu keahlian khsusus dan pengalaman, sedangakan metode Kuantitatif semua orang relatif bisa melakukan baik petani maupun kita semua bisa melakukan” Ali Nurmansyah menambahkan.
Source: Koran Tempo April 27, 2023 10:11 UTC