REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebijakan full day schooll atau lima hari sekolah (LHS) yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai kontroversi di masyarakat. Kendati demikian, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad meminta agar kebijakan ini tak ditanggapi secara reaktif. Jadi, media juga tidak perlu reaktif terhadap kebijakan lima hari sekolah,” kata Hamid saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (28/6). Dulu waktu K-13 diluncurkan juga banyak yang pro dan kontra,” ujarnya. Kebijakan sekolah lima hari bertujuan untuk penguatan pendidikan karakter.
Source: Republika June 28, 2017 08:37 UTC