Antara)DUNIA kembali dalam kewaspadaan tinggi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kematian pertama akibat virus Nipah di Banglades pada awal Februari 2026. Peristiwa kematian akibat nipah ini memicu gelombang pengetatan protokol kesehatan di berbagai bandara internasional di Asia, termasuk Indonesia, guna mencegah penyebaran virus zoonosis dengan tingkat kematian mencapai 75% tersebut. Laporan terbaru dari otoritas kesehatan Banglades menyebutkan seorang wanita di distrik Naogaon meninggal dunia setelah menunjukkan gejala demam tinggi, disorientasi, hingga kejang. Hasil uji laboratorium mengonfirmasi pasien terinfeksi virus Nipah setelah mengonsumsi nira kurma mentah yang diduga terkontaminasi oleh kelelawar buah (Pteropodidae). Langkah Pencegahan Penyebaran Virus Nipah bagi MasyarakatHingga saat ini, belum ada vaksin spesifik untuk virus Nipah.
Source: Media Indonesia February 08, 2026 11:14 UTC