Namun ada kekeliruan yang terpaksa dibiarkan keliru apabila yang bikin kekeliruan adalah penguasa yang tidak suka dikritik. Namun ada pula kekeliruan yang jika dibenarkan malah menjadi makin keliru. Deteksi kekeliruanContoh nyata bisa diperoleh dari kisah nyata yang saya alami sendiri ketika menulis naskah “Pengaprahan Kekeliruan” yang sengaja saya kelirukan menjadi Pengkaprahan Kekeliruan (Kompas, 16 September 1989) . Mereka yang berlogika normal hanya berhasil menemukan dua kekeliruan yang sengaja saya kelirukan itu yaitu pertama = didalam seharusnya di dalam; ke dua kekeliliruan seharusnya kekeliruan. Akibat memang (sengaja) dikelirukan maka kalimat “keliru” saya ternyata dibenarkan oleh sang korektor Kompas menjadi “Di dalam kalimat ini terdapat tiga kekeliruan” yang langsung memusnahkan niat tujuan saya menulis kalimat yang sengaja saya kelirukan itu.
Source: Kompas December 15, 2020 02:48 UTC