REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Inspektur Jenderal (Irjen) Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan motif senioritas yang melatarbelakangi tewasnya Bripda Dirja Saputra (19 tahun) di asrama Polda Sulsel. Djuhandani mengatakan, Bripda P yang sudah ditetapkan tersangka terkait kematian Bripda Dirja, merasa diri sebagai senior yang merasa harus dihormati oleh korbannya itu. Karena dianggap membangkang itu, Bripda P dan teman-teman satu angkatannya menjemput Bripda Dirja saat hendak melaksanakan ibadah subuh. Namun dari penjelasan awal yang diterima kepolisian, Bripda Dirja dinyatakan meninggal dunia akibat membentur-benturkan kepala. Kata dia, laporan awal menyatakan Bripda Dirja Saputra tak bernyawa lantaran perbuatannya sendiri.
Source: Republika February 25, 2026 18:57 UTC