“Keempat santri siswa Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Pondok Pesantren (MTs-MTA Ponpes) Abu Hurairah di Pulau Sapeken yang semula hilang kita temukan dalam keadaan sudah tak bernyawa di perairan Pulau Saredeng Kecil dan Saredeng Besar,” ujar Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnain yang dikonfirmasi ‘SP’ via telepon, Minggu sore. Dengan ditemukannya keempat korban tewas itu berarti jumlah korban meninggal dalam kecelakaan laut kapal motor kayu Kota Baru, semuanya lima orang. Baru berlayar sekitar satu jam, di perairan barat Pulau Saredeng Besar, mendadak perahu yang dengan juru mudi Sahrudin (45) pemilik kapal, datang angin kencang dan gelombang besar. “Kita masih akan memeriksa pemilik kapal yang juga menadi nahkodanya. Jika mengacu pada toleransi kapasitas penumpang kapal kayu itu, sepertinya jumlah penumpangnya melebihi kapasitas,” ujar Kapolres sambil menambahkan, karena kini kondisi psikis para korban dan keluarga korban masih dalam suasana duka, maka untuk sementara proses pemeriksaan perkaranya ditangguhkan dulu.
Source: Suara Pembaruan March 12, 2018 00:22 UTC