Menurut laporan Tempo.co, kader muda PDIP kompak menolak usul tersebut karena dianggap merampas kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpin secara langsung. “PDI Perjuangan yakin persoalan politik uang itu tidak harus dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih,” tegas Muhammad Syaeful Mujab, politikus muda PDIP kelahiran Tegal, Jawa Tengah. Wacana pilkada via DPRD muncul sebagai upaya efisiensi anggaran dan waktu, seperti yang diusulkan Sekjen Gerindra Sugiono. Syaeful Mujab menambahkan bahwa masalah politik uang harus diatasi tanpa mengorbankan hak pilih masyarakat. Kader muda PDIP lainnya, Aryo Seno Bagaskoro, menegaskan pemilihan langsung krusial untuk membangun kedekatan pemimpin dengan rakyat.
Source: Koran Tempo January 12, 2026 07:45 UTC