Petugas memasang tali pembatas antrean penumpang kereta tujuan Jakarta/Tanah Abang di pintu stasiun Lenteng Agung, Jakarta, Senin pagi, 8 Juni 2020. TEMPO/Charisma AdristyTEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengungkapkan alasan tidak menaikkan kapasitas dari kereta rel listrik (KRL) yang kondisinya tetap penuh meski sudah dibatasi dalam masa normal baru ini. KRL sudah tidak bisa (ditambah kapasitas) lagi dari sisi keselamatan. “Seluruhnya masih diminta untuk masuk kerja pada jam 8 hingga jam 9 pagi, dan pulang kerja pada jam 4 atau jam 5 sore. Untuk KRL saat ini berlaku pembatasan pengguna sejumlah 35 – 40 persen dari kapasitas, atau sekitar 74 pengguna per kereta.
Source: Koran Tempo June 12, 2020 14:26 UTC