Akibat derasnya terjangan air banjir, jembatan yang dibangun dengan anggaran PNPM itu miring dan tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Meski jembatan sudah miring, kendaraan roda dua dan pejalan kaki masih bisa melintas. Karena jembatan itu tidak bisa dilalui, warga yang akan mengangkut hasil panen dari dua desa harus memutar dengan jarak 5 kilometer. Padahal, sebelumnya, jembatan penghubung dua desa itu digunakan untuk jalur perekonomian dan pertanian warga di desa tersebut. ”Kendaraan roda empat tidak bisa lewat karena kondisinya miring dan rusak parah,” ujar Kepala Dusun Kedunen Samsul Hadi, 48.
Source: Jawa Pos June 15, 2017 04:41 UTC