REPUBLIKA.CO.ID,OSLO — Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan respons tegas atas rencana terbaru Israel memperkuat kendali dan memperluas penjajahannya atas wilayah Tepi Barat. Abbas menilai, langkah Tel Aviv tersebut bakal merintangi upaya perdamaian yang tengah dijalankan Trump. Hal itu disampaikan Abbas seusai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store di Oslo pada Rabu (11/2/2026). Pada hari yang sama, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, juga menyoroti keputusan terbaru kabinet keamanan Israel yang dinilai hendak meniadakan eksistensi Palestina. Pasukan Israel menghentikan pengungsi Palestina yang berusaha kembali ke kamp pengungsi Nur Shams selama operasi militer Israel di dekat kota Tulkarem, Tepi Barat, 9 Februari 2026.
Source: Republika February 12, 2026 20:35 UTC