REPUBLIKA.CO.ID,GAZA -- Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan serangan Israel di wilayah Palestina pada Kamis (8/1/2026) membunuh sedikitnya 13 orang termasuk lima anak-anak, meskipun gencatan senjata telah menghentikan sebagian besar pertempuran. "Proyektil yang diluncurkan dari Jalur Gaza merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata," kata Israel menuduh Hamas. Tapi Israel terus membunuh anak-anak Gaza dan melanggar gencatan senjata. Pasukan Israel telah membunuh setidaknya 425 warga Palestina di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Sedikitnya 21 orang wafat pada 22 November dalam serangan Israel, menjadikannya salah satu hari paling mematikan di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan.
Source: Republika January 10, 2026 11:47 UTC