"Kami tidak akan menyerang negara lain terlebih dahulu, tetapi kami akan mempertahankan tanah air kami dengan tegas," kata dia, dikutip Aljazeera, Selasa (24/2/2026). "Hak kami atas energi nuklir untuk tujuan damai tidak dapat dinegosiasikan dan dijamin oleh hukum internasional," kata dia. Sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk melancarkan serangan terbatas terhadap Republik Islam Iran, Iran pada Senin memperingatkan bahwa mereka akan membalas dengan keras terhadap serangan AS apa pun, terlepas dari besarnya serangan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Bagai, dalam konferensi pers pada Senin, mengatakan tidak ada serangan terbatas, setiap agresi akan dianggap sebagai agresi. Dia mencatat Iran dapat menerima kesepakatan yang menjamin hak-haknya, termasuk masalah nuklir dan pencabutan sanksi, dan menegaskan bahwa Iran akan membalas semua serangan jika terjadi perang.
Source: Republika February 24, 2026 16:46 UTC