Menurut rekaman tersebut, dikutip Republika.co.id, Kamis (1/1/2026), pendukung utama gerakan Suhail al-Hassan, mantan komandan pasukan khusus dalam rezim Assad yang digulingkan, adalah Rami Makhlouf, pengusaha dan sepupu Bashar al-Assad. Informasi yang diperoleh Aljazeera menunjukkan bahwa rekaman dan dokumen tersebut bocor oleh seseorang yang berhasil meretas telepon sekelompok perwira rezim Assad. Sepekan sebelumnya, penyelidikan mendalam oleh surat kabar New York Times menunjukkan bahwa mantan jenderal rezim Assad bekerja dari pengasingan mereka di Rusia dan Lebanon untuk merencanakan pemberontakan bersenjata. Surat kabar Amerika itu mengungkapkan bahwa jatuhnya rezim Assad tidak menghilangkan pengaruh elite militer dan keamanan, tetapi mendorong beberapa dari mereka untuk mengatur kembali barisan mereka dari pengasingan. Hal ini dengan tujuan mengguncang pemerintah Suriah yang baru dan mungkin merebut wilayah pengaruh di dalam negeri.
Source: Republika January 01, 2026 14:47 UTC