ANTARATEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan Indonesia berpotensi mengalami resesi ekonomi akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Konsumsi rumah tangga kontraksi 2,08 persen, investasi anjlok 5,4 persen, hanya konsumsi pemerintah tumbuh 1,8 persen," kata Tauhid, Minggu, 14 Juni 2020. Apalagi, dana stimulus Covid-19 terus melonjak dari Rp 430 triliun menjadi Rp634 triliun, dan terakhir Rp 688 triliun. Meski demikian, Tauhid menilai anggaran tersebut tidak akan meningkat meskipun efek domino akibat pandemi corona atau Covid-19 telah menyerang hampir seluruh sendi perekonomian di dalam negeri. Menurutnya, pemerintah saat ini bisa bernapas lega karena adanya stimulus moneter, yaitu quantitative easing yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
Source: Koran Tempo June 14, 2020 21:00 UTC