REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- Satu ladang gas helium (He) yang baru saja ditemukan di Tanzania dianggap sebagai terobosan oleh para ilmuwan dan perusahaan yang berharap bisa mengeksplorasinya. Kegunaan helium di riset sains berasal dari sifat helium itu sendiri yang stabil, gas mulia yang menjadi cair di suhu minus 269 derajat Celsius (452 derajat Fahrenheit), suhu paling rendah dari semua unsur kimia. "Kami sudah mengambil sampel gas helium dan nitrogen, menggelembung begitu saja dari dalam tanah," kata Chris Ballentine, profesor di University of Oxford yang turut menguji kedua gas itu. Diduga, aktivitas vulkanik di Lembah Rift di wilayah Tanzania menciptakan suhu tinggi yang diperlukan untuk pelepasan gas helium dari bebatuan kuno, menyebabkan gasnya bisa naik dan terjebak di dekat permukaan dan membuatnya siap untuk dieksploitasi. Temuan cadangan gas helium sebanyak 1,53 miliar meter kubik di Tanzania selatan itu bisa memenuhi permintaan dunia selama hampir tujuh tahun dalam tingkat penggunaan saat ini.
Source: Republika July 01, 2016 04:18 UTC