REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Institute for Essential Services Reform (IESR) menegaskan dekarbonisasi pembangkit listrik captive di Indonesia menghadapi kendala serius tanpa adanya kebijakan pensiun dini untuk PLTU berbasis batubara. Hal tersebut menandakan pertumbuhan konsumsi yang signifikan sekaligus menekankan urgensi upaya dekarbonisasi captive power. "Kalau dilihat lebih detail lagi, pendorong ekspansi pembangkit captive masih dominan dari PLTU batubara dan minyak bumi. Dekarbonisasi captive power di Indonesia menuntut kolaborasi pemerintah, industri, dan lembaga keuangan. Tanpa regulasi pensiun dini, PLTU captive akan sulit dialihkan ke energi bersih.
Source: Republika February 19, 2026 18:03 UTC