REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) Munawar Chalil menilai pentingnya kepastian kebijakan insentif kendaraan listrik. Munawar menjelaskan, kebijakan insentif kendaraan listrik selama beberapa tahun terakhir terbukti mendorong percepatan elektrifikasi di Indonesia. “Pertumbuhan ini menunjukkan insentif fiskal berhasil menurunkan hambatan harga dan membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik,” katanya. Namun, memasuki 2026, industri menghadapi tantangan baru seiring rencana pemerintah menghentikan sebagian insentif kendaraan listrik per 31 Desember 2025, termasuk PPN ditanggung Pemerintah sebesar 10 persen serta pembebasan bea masuk kendaraan listrik impor. “Kami memahami pemerintah harus mempertimbangkan banyak aspek, tetapi alangkah sayangnya jika momentum pertumbuhan kendaraan listrik yang sudah baik justru terganggu,” ujarnya.
Source: Republika February 10, 2026 17:11 UTC