Sebagai contoh, orang golongan darah O cenderung bisa mengalami kondisi yang lebih parah saat terkena kolera, sementara mereka dengan golongan darah A atau B lebih rentan mengalami gangguan pembekuan darah. Menurut American Heart Association (AHA), orang dengan golongan darah A, B, atau AB memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung atau gagal jantung dibandingkan mereka yang bergolongan darah O.Meski peningkatan risikonya relatif kecil, studi besar menunjukkan golongan darah A atau B memiliki risiko serangan jantung 8 persen lebih tinggi dan risiko gagal jantung 10 persen lebih besar. Protein yang terdapat pada golongan darah A dan B diduga dapat menyebabkan 'penyumbatan' atau 'penebalan' pada pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko pembekuan dan penyakit jantung. Orang dengan golongan darah O memang memiliki risiko sedikit lebih rendah terhadap penyakit jantung dan pembekuan darah. Penelitian lain menunjukkan orang dengan golongan darah AB mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kognitif dibandingkan mereka dengan golongan darah O. Gangguan kognitif mencakup kesulitan mengingat, berkonsentrasi, atau mengambil keputusan.
Source: Media Indonesia January 02, 2026 11:36 UTC