SERANG – Industri media konvensional di Indonesia tengah menghadapi krisis hebat akibat dominasi platform global yang menyedot pendapatan iklan nasional. Kondisi ini disebut menjadi biang keladi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran yang menghantam awak media saat ini. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat mengungkapkan bahwa sektor media tradisional kehilangan "amunisi" finansial karena peralihan iklan ke media sosial dan layanan video berbagi seperti YouTube. Komaruddin meminta segera adanya regulasi yang mampu menciptakan keadilan dan keseimbangan ekosistem bisnis media di tanah air guna membendung hegemoni platform global. "Kalau pemerintah tidak ikut menciptakan keadilan, media mainstream itu kemudian mengalami kekurangan pendapatan dan akhirnya PHK," pungkasnya.
Source: Republika February 09, 2026 01:30 UTC