Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai para pelaku ekspor atau eksportir asal Indonesia mulai ketar-ketir lantaran mendapat efek domino melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS). "Banyak pelaku usaha [eksportir] mulai terdampak dan bersiap mengurangi kapasitas produksi serta pembelian bahan baku," katanya dikutip dari Tempo.co, Minggu (24/7/2022). Seperti diketahui, Harga BBM di Amerika melejit seiring dengan ledakan inflasi di negara tersebut yang mencapai 9,1 persen pada Juni 2022. Menurut Bhima, inflasi yang terlalu tinggi dan persisten di Amerika berpotensi mempengaruhi kebijakan negara-negara maju untuk menaikkan suku bunga. Dari sisi produksi, kata Bhima, kapasitas kilang telah menurun dibandingkan dengan pra pandemi Covid-19.
Source: Koran Tempo July 24, 2022 07:41 UTC