Ilustrasi(Antara)Insiden viral pengeroyokan guru oleh wali murid di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi alarm keras darurat kekerasan di dunia pendidikan Indonesia. “JPPI mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap guru. Sekolah adalah tempat adu pikiran, bukan adu otot layaknya ring tinju," tegas Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, Selasa (10/2). "Data JPPI 2025 menunjukkan bahwa kasus kekerasan di sekolah didominasi oleh relasi guru dengan siswa sebanyak 46,25% kasus. Siswa pulang dengan ilmu, guru pulang dengan rasa hormat, bukan keduanya pulang dengan luka fisik maupun trauma," tutup Ubaid.
Source: Media Indonesia February 10, 2026 10:06 UTC